Berita

Waspada Virus Hanta! Bahaya Tersembunyi dari Tikus yang Mengancam Paru dan Ginjal

8 Juni 2026
PUSKESMAS KESAMBI
155
Bagikan ke
Waspada Virus Hanta! Bahaya Tersembunyi dari Tikus yang Mengancam Paru dan Ginjal

Gambar Gambar


Halo Sahabat Sehat!

Kehadiran tikus di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal sering kali dianggap sebagai gangguan biasa. Namun, tahukah Anda bahwa hewan pengerat ini bisa membawa ancaman penyakit yang serius? Salah satu ancaman kesehatan berbahaya yang ditularkan oleh tikus adalah Virus Hanta.

Penyakit ini tidak boleh diremehkan karena dapat menyerang organ vital manusia, yaitu paru-paru dan ginjal. Yuk, kenali lebih jauh apa itu Virus Hanta, gejala, dan cara mencegahnya!

Apa Itu Virus Hanta?

Virus Hanta adalah virus yang ditularkan terutama melalui tikus liar. Manusia bisa tertular penyakit ini tidak hanya dari gigitan, melainkan saat menghirup udara yang telah tercemar oleh partikel virus dari urine, air liur, atau kotoran tikus.

Kenali Gejalanya Sejak Dini

Infeksi Virus Hanta dapat berkembang dengan cepat. Sangat penting untuk mengenali gejalanya agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Gejala Awal:

  • 🤒 Demam

  • 🤕 Sakit kepala

  • ⚡ Nyeri otot

  • 🤢 Mual dan muntah

  • 🥱 Badan terasa lemas

Gejala Berat (Dapat Berkembang Menjadi):

  • 🗣️ Batuk

  • 🫁 Sesak napas

  • ❤️‍🩹 Nyeri dada

  • 📉 Tekanan darah menurun secara drastis

3 Langkah Utama Pencegahan Virus Hanta

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Lindungi keluarga Anda dari ancaman Virus Hanta dengan melakukan 3 langkah pencegahan berikut:

1. Jaga Kebersihan Rumah

  • Selalu tutup makanan dengan rapat agar tidak mengundang tikus.

  • Buang sampah secara rutin, jangan biarkan menumpuk di dalam rumah.

  • Bersihkan area yang lembap dan gelap secara berkala, karena tikus menyukai tempat bersarang seperti ini.

2. Hindari Kontak Langsung dengan Kotoran Tikus

  • Wajib gunakan masker dan sarung tangan saat Anda membersihkan area yang diduga terdapat kotoran tikus.

  • Jangan langsung menyapu kotoran tikus yang kering karena partikel virusnya bisa terbang ke udara dan terhirup.

  • Semprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu pada kotoran atau urine tikus sebelum dibersihkan.

3. Kendalikan Populasi Tikus

  • Tutup rapat semua lubang atau celah yang bisa menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.

  • Simpan bahan makanan maupun pakan hewan peliharaan di wadah yang aman dan tertutup.

  • Pasang perangkap tikus di area yang rawan bila diperlukan.

Jangan Ragu untuk Memeriksakan Diri!

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika diketahui ada riwayat kontak dengan lingkungan yang banyak tikusnya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari tikus.

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599